Tentang kami

Struktur Organiasi

Latar Belakang

HAMKA CENTER didirikan di bawah naungan Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar, tempat di mana Buya Hamka mencurahkan hidupnya demi melayani umat. HAMKA CENTER juga didirikan sebagai wadah dan sarana bagi para peminat dan pengamat diskursus peradaban intelektual yang diharapkan mampu mengembangkan pemikiran religius, humanis dan toleran dalam rangka mewujudkan dunia yang maslahah, adil dan beradab.

Harus diakui bahwa HAMKA CENTER adalah bagian yang tidak terpisahkan dari diskursus gerakan Pembaruan Pemikiran Islam yang ada di Indonesia saat ini. Di mana diskursus pembaruan pemikiran merupakan sebuah keniscayaan sekaligus tuntutan sejarah terutama dalam konteks keislaman. problematika permasalahan keumatan dan kemanusiaan akhir-akhir ini berikut juga isu-isu kontemporer yang mengikutinya seperti demokrasi, hak asasi manusia, politik, kebudayaan dan sederet isu lainnya menuntut pemahaman dan pemikiran baru dari kajian-kajian keislaman.

Perlu dicatat bahwa pemberian nama HAMKA CENTER samasekali tidak bertujuan mengkultuskan terhadap sosok Buya Hamka sebagai pribadi tetapi hanya sebagai bentuk apresiasi terhadap ide dan perjuangannya dalam dakwah Islam moderat sehingga lembaga ini secara serius bisa terus melakukan kajian dan pendalaman, sekaligus kritik dan pengembangan terhadap berbagai gagasan yang pernah dihasilkan oleh Buya Hamka.

Alasan penamaan HAMKA CENTER sendiri sebagai identitas lembaga ini karena ingin menjadi basis laboratotium sosial dan pemikiran Buya Hamka sehingga dapat menghidupkan kembali ide-ide pemikirannya. Laboratorium sosial dan pemikiran tersebut nantinya diwujudkan dalam bentuk pengadaan Perpustakaan dan Museum Buya Hamka, penerbitan ulang buku-buku Buya Hamka, ruang-ruang kajian dan komunitas pembaruan pemikiran keislaman dan lain sebagainya.

Di sisi lain, sebagai anak kandung dari Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar, HAMKA CENTER juga akan berperan dalam pembuatan kurikulum atau bahan ajar “Ke-Hamka-an” yang nantinya wajib diselenggarakan di setiap jenjang pendidikan di lingkungan Al-Azhar, baik SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Hal ini sangat penting mengingat generasi milenial saat ini tidak lagi banyak yang mengenal sosok Buya Hamka sebagai ulama yang berkontribusi besar dalam menghidupi Al-Azhar karena minimnya pemahaman literasi.

HAMKA CENTER bersifat independen, dalam arti bahwa ia tidak berafiliasi dengan organisasi sosial, politik dan pemerintah, baik di dalam maupun di luar negeri. Keberadaannya berorientasi pada cita-cita kemanusiaan yang beradab, dan dapat menjadi semangat persatuan umat dari segi sosial budaya dan politik. Lembaga ini juga berkomitmen sebagai gerakan kebudayaan dan pemikiran dalam konteks agama, sastra dan filsafat, karena tidak dipungkiri tiga komponen inilah yang menjadi konsen perjalanan intelektualisme dan aktivisme Buya Hamka.

Visi

Menjadi basis laboratorium sosial, pemikiran, gerakan dan peradaban Islam.

Misi

1. Membumikan kembali ide-ide intelektual dan perjuangan Buya Hamka
2. Mengembangkan Pemikiran Islam melalui pengkajian dan penelitian
3. Melakukan pelatihan dan dan kegiatan lain yang berdampak luas terhadap masyarakat
4. Memberikan pelayanan dan penghargaan kepada pemikir-pemikir muslim dalam bidang agama, filsafat dan kesusastreaan Islam, khususnya yang konsen pada gagasan dan ide Buya Hamka

Tujuan

Menyiapkan generasi yang mempunyai kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan berpikir.